Revisi Hidup Ke Arah Lebih Baik August 11, 2009
Posted by abunafisanews in Motivasi.Tags: motivasi diri, sejarah, tips management
add a comment
Dan Perang Uhud (tahun ketiga Hijriyah tepatnya pertengahan bulan Syawal) pun berlangsung dengan seru namun sangat tidak seimbang. Pasukan musyrikin yang jumlahnya 3000 orang plus 300 orang bantuan dari pasukan munafikin (semula bergabung dengan Rosul SAW) itu melawan pasukan muslimin yang hanya berjumlah 700 orang. Hingga pada akhirnya pasukan musyrikin sampai kepada Nabi SAW, mereka ingin membunuhnya. Mereka telah melukai wajahnya, menjatuhkan gigi taring beliau dengan batu, wajah beliau pun terkena pukulan dua perisai dan mereka berhasil meremukkan topi baja yang beliau kenakan.
Mereka melempar juga dengan batu dan mengenai pinggang beliau, akhirnya beliau pun jatuh di salah satu parit (yang digali oleh Abu Amir al-fasiq untuk menjebak kaum muslimin). Datanglah sahabat Ali ra. untuk menolong Nabi SAW, kemudian sahabat Tholhah bin Ubaidillah mendekap dan menggotong beliau, pada saat itulah sahabat muda Mush’ab bin Umair gugur di hadapan Rosul SAW dengan ratusan luka tusuk pedang dan panah demi melindungi Rosul SAW.
Kaum musyrikin yang lain pun akhirnya menemukan lagi Rosul SAW yang sudah terjatuh ke dalam parit, dan sekitar sepuluh sahabat Rosul SAW langsung menghalau mereka sampai semuanya syahid. Kemudian Tholhah bin Ubaidillah sambil memapah Rosul SAW maju melawan mereka, hingga berhasil menjauhkan mereka dari Rosul SAW, meskipun akhirnya tangannya cacat.
Selanjutnya Abu Dujanah datang melingkupkan badannya guna melindungi Rosululloh SAW dengan punggungnya, serbuan panah yang banyak bersarang di punggungnya tak membuatnya bergeming demi melindungi Rosululloh SAW yang berada dalam dekapannya. Sampai akhirnya Ali ra. berhasil menghalau dan menjauhkan Rosul SAW dari kepungan dan kejaran kaum musyrikin dan kemudian membawa beliau ke tempat yang cukup aman. Pada saat itulah setan mengumumkan dengan suara sangat lantang bahwa Muhammad telah terbunuh, tentu saja berita tersebut dianggap benar oleh banyak pasukan muslimin, sehingga kebanyakan mereka lari meninggalkan peperangan, dan terjadilah apa yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Melihat sikap para sahabat kepada Nabi SAW, Abu Sofyan pernah berkata (sebelum menjadi muslim), bahwa “tidak pernah aku melihat seseorang yang mencintai Muhammad melebihi kecintaannya kepada dirinya sendiri seperti cintanya para sahabat Muhammad.”
Setelah usai perang, maka pihak kaum muslimin pun mencari dan mengumpulkan jasad para syuhada. Dan yang membuat heran adalah ditemukannya satu jasad syuhada bernama Usairoh ra. yang notebene belum pernah mengucapkan syahadat di hadapan nabi SAW namun ikut berjuang bersama kaum muslimin melawan kaum musyrikin. Tenyata pada akhirnya dapat diketahui bahwa sebelum perang dimulai, Usairoh memutuskan untuk berubah haluan menjadi muslim dan ia hanya berbicara dengan sahabat Rosul yang lain saja tanpa langsung bertemu Rosul SAW bahwa ia akan berperang membela agama Allah. Mendengar hal ini maka Nabi SAW pun terharu dan mengeluarkan sabdanya dalam suatu hadits terkenal yang mengatakan bahwa Usairoh ra. adalah ahli surga.
Ilustrasi di atas tentu mempunyai hikmah yang sangat besar, khususnya pada kasus sahabat Usairoh ra. Dapat dikatakan bahwa Usairoh ra. adalah manusia yang cerdas dan ikhlas. Pemanfaatan moment yang tepat (walaupun singkat dan sangat cepat) membawa dirinya berubah 360 derajat merevisi hidupnya menjadi manusia mulia yang pada akhirnya mendapatkan hasil sempurna berupa surga Allah SWT. Bagaimana dengan kita ? (more…)