Stagnasi dan Perubahan June 2, 2009
Posted by abunafisanews in Motivasi.Tags: change management
trackback
Siang tadi, setelah jam makan siang usai, seorang teman curhat kepada saya kalau dia sedang jenuh melakukan pekerjaan di tempat kerjanya sekarang..Entah kenapa katanya..padahal dia bekerja di sebuah BUMN yang notebene dapat “menjamin” kehidupan dia. Teman saya itu bercerita bahwa dia sudah 20 tahun bekerja namun belum menemukan “hasil” seperti yang diharapkannya..Gaji atau tunjangan yang progressnya cukup lama, bernilai “kecil” (tidak sebanding dengan nilai tingkat inflasi sekarang), dan sebagainya, semuanya diceritakan oleh teman saya itu.
Ilustrasi di atas tentunya sering dialami oleh banyak orang. Anda atau bahkan saya sekalipun pernah mengalaminya (mungkin masih mengalami), walaupun dengan situasi atau keadaan yang berbeda. Saya jadi teringat pada “petuah” salah seorang tokoh motivasi di salah satu seminarnya, yang berkata bahwa “JIKA SESEORANG INGIN MENGUBAH HIDUPNYA MENJADI LEBIH BAIK, BERUBAHLAH WALAUPUN ITU PAHIT”.
Keputusan untuk menaikkan gaji atau tunjangan karyawan bukanlah langkah yang lazim diambil perusahaan sebagai sebuah strategi “bertumbuh/berkembang”. Sekali keputusan diambil, semenjak itu pula biaya tambahan menjadi sesuatu yang “pasti” dan tidak akan “turun”, sementara jaminan peningkatan “omzet” belum tentu dapat terjadi.
Di sisi lain ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi tuntutan kenaikan gaji karyawan akibat pengaruh inflasi beresiko menurunkan kinerja karyawan. Penurunan kinerja berarti pula melambatnya laju pertumbuhan usaha atau lebih buruk lagi menjadikan perusahaan semakin “tertinggal”.
Disinilah pentingnya sinergi antara karyawan dan manajemen perusahaan. Pemberdayaan karyawan yang membuatnya mengerti bahwa hasil kerja mereka akan berimbas pada diri mereka sendiri seiring dengan pertumbuhan pesat perusahaan. Dengan demikian, terjadi timbal balik antara keduanya, perusahaan berpotensi meningkatkan profit dan karyawan pun dapat lebih sejahtera. Karyawan dapat menjadi sebuah aset berharga perusahaan. Kalaupun perusahaan diuntungkan dengan kontribusi anda, itu merupakan konsekuensi logis karena anda bekerja di perusahaan tersebut.
Tapi apakah hal itu berjalan manis begitu saja ? Tentu tidak jawabnya. Hal di atas tidak semuanya dapat terjadi di beberapa perusahaan. Ada beberapa perusahaan yang hanya “memanfaatkan” karyawannya saja. Sistem yang sedemikian buruk sehingga kompetensi Anda tidak dihargai, tidak dianggap, disepelekan atau apapun itu harus segera diganti dengan sesuatu yang lebih menghargai anda. Penuhi rancangan karir anda yaitu hanya bekerja di perusahaan yang menghargai kompetensi anda atau mengambil langkah berani dengan berbisnis pribadi.
Anda mengalami pilihan sulit bukan ? Ya, anda harus berani mengambil pilihan sulit. Pertama, tetap aman namun hati gelisah, jenuh, tidak bahagia, tertekan, bahkan karir monoton yang menanti anda karena kompetensi anda tidak dihargai atau disepelekan. Kedua, anda KELUAR dan BERUBAH sehingga anda akan merasa bahagia dan mampu mengeksploitasi kompetensi anda. Ingat, situasi tertekan akan membuat anda menjadi pribadi yang SUPER dan dengan begitu anda akan berusaha sekuat tenaga dan pikiran anda untuk mencapai sesuatu yang lebih baik dalam memperbaiki keadaan itu.
Dengan demikian dan dengan penuh keyakinan serta kerja keras, tentunya harga diri (bahkan pendapatan) anda akan semakin meningkat juga diperhitungkan.
Bagaimana penilaian Anda, pilih stagnasi atau perubahan (lebih baik) ?? Andalah yang bisa menjawabnya.
[...] bila kita membaca terlebih dulu satu tulisan tentang Stagnasi dan Perubahan yang bisa anda baca disini. Sudah selesai membacanya ? OK, sekarang lanjut yuuk.. Mengapa saya bilang keyword Stop Dreaming [...]
hmmm…
jadi inget dit4 krj yang dulu mas… :p
tau kan…
merasa ‘dimanfaatin’ banget…
sampe akhirnya mengambil keputusan untuk pulang aja,balik kampung :p
hehehehe…. sulit bgt dulu ambil keputusan itu,mikir berhari2,berbulan2 mungkin…
tapi syukur,disini sekarang mungkin lebih baek drpd dolo…^^
jadi merasa keputusan yang diambil dolo gak salah…
meskipun kehilangan temen2 kerja yg great bgt,lingkungan kerja yg great juga…tapi sayang tidak didukung dng manajemen perusahaan yg great..
miss u all (RV’s team)